. q u i c k e d i t { d i s p l a y : n o n e ; }

Senin, 18 Juni 2012

Singgalang Memikat Pendaki dengan Hutan Lumut dan Telaga Dewi



Kalau ditanya apa yang memikat para pendaki hingga rela berulang-kali mendaki Gunung Singgalang di Sumatera Barat (Sumbar)? Jawabnya pasti hutan lumut dan Telaga Dewi. Koq bukan puncaknya seperti gunung-gunung lain? Apa lagi daya pikatnya?

Telaga Dewi menjadi alasan utama mengapa banyak pendaki datang kembali, mendaki Gunung berketinggian 2.877 Mdpl ini. Telaga mungil yang berada di ketinggian 2.762 Mdpl dengan luas sekitar 1 Hektare ini pantas dipuja-puji pendaki. Pasalnya selain berair jernih pun berpanorama menawan, di kelilingi hutan dengan pepohonan berbentuk artistik.

Keindahannya itulah yang membuat telaga ini menjadi salah satu tempat bermalam bagi para pendaki sebelum meneruskan pendakian ke puncak Singgalang yang disebut Pilar, keesokkan harinya.

Alasan kuat selanjutnya adalah hutan lumut. Lokasinya berada setelah melewati jalur Cadas yang terjal. Kawasan ini berudara lembab dengan aneka pohon yang diselimuti lumut tebal berwarna hijau. Saat berada di dalamnya, Anda akan merasa berada di dunia lain, seperti dalam kerajaan dongeng yang dihuni para kurcaci dan sejumlah peri. Warna hijau begitu mendominasi, amat menyejukkan mata dan hati.

Di kawasan ini, jalur yang Anda lewati mulai dari meniti tanah humus yang empuk, akar pepohonan, lumpur, sampai lahan berlumut tebal. Anda bakal betah berada di dalamnya.

Alasan berikutnya sumber air yang melimpah. Hutan yang lebat dan lembab dengan curah hujan yang tinggi membuat gunung ini menyimpan banyak sumber mata air. Utamanya jelas Telaga Dewi yang airnya kemudian mengalir membentuk sungai dan air terjun di lembah-lambah.

Kondisi seperti itu mengingat saya seperti Gunung Salak di Bogor, Jawa Barat yang sumber mata airnya juga melimpah-ruah karena hutannya lebat dan curah hujannya tinggi.

Di setiap pos pendakian Gunung Singgalang, tersedia mata air, termasuk di bawah jalur Cadas yang juga menjadi salah satu base-camp buat mendirikan tenda selain di Telaga Dewi, sebelum para pendaki menggapai puncak Singgalang.

Alasan terakhir tersedianya jalur pendakian yang jelas, ditandai dengan adanya tiang-tiang listrik dari awal pendakian sampai puncaknya. Di satu sisi, keberadaan tiang-tiang listrik tersebut memudahkan para pendaki pemula menggapai puncaknya, lantaran tidak perlu susah-payah lagi mencari pedoman perjalanan. Tinggal mengikuti tiang-tiang listrik yang tertanam kuat itu.

Namun disisi lain, keberadaannya sangat mengganggu pemandangan, terlebih saya yang suka motret. Jujur, tiang-tiang listrik itu merusak pemandangan dan lingkungan yang sudah indah dan alami itu.

Dan sejumlah pendaki lainnya mengaku tiang-tiang listrik itu membuat pendakian menjadi amat membosankan. Bayangkan, di tiang listrik itu tertulis tulisan menyebalkan seperti “50 tiang lagi puncak”, “10 tiang lagi puncak”, aduh benar-benar bikin stres.

Jalan keluarnya, kalau sedang mendaki dan menuruni Singalang lewat jalur Pande Sikek, jangan memandangi tiang listrik itu atau jangan menghitung-hitung tiang listrik yang jumlahnya mencapai 100 lebih sampai di puncaknya.

Jalur Pande Sikek
Kalau di Jawa ada pendakian gunung Triple ‘S’ (Slamet, Sindoro, dan Singalang), di Sumbar ada Tri Arga atau pendakian berantai tiga gunung yakni Singgalang, Marapi, dan Tandikek.

Gunung Singgalang dapat didaki dari Balingka, Koto Tuo, Pakan Sinayan, dan Pande Sikek. Rute terakhirlah yang kerap digunakan para pendaki di Sumbar dan dari daerah lain.

Dari Bandara Internasional Minagkabau (BIM), Padang Anda bisa men-carter mobil travel langsung ke pos pendaftaran Gunung Singgalang yang berada di Pande Sikek. Tarif sewa mobilnya Rp250.000.

Pande Sikek juga menjadi obyek wisata belanja, termasuk bagi turis asal negeri Jiran Malaysia. Desa ini dikenal sebagai perajin tenun ikat dan ukiran kayunya. Di sana ada sejumlah toko yang menjual beragam produk busana wanita, tas, mukena, pakaian pria, kain, sarung, dan lainnya dari tenun ikat.

Setelah melapor ke petugas, kemudian dilanjutkan berjalan kaki ke pesanggrahan dekat tower pemancar salah satu stasiun TV swasta. Di pos yang juga digunakan sebagai parkir motor bagi para pendaki yang membawa sepeda motor, pendaki ini dilarang mendirikan tenda.

Kalau mau bermalam, pendaki cukup mengelar matras dan berselimut sleeping bag. Posnya cukup luas berupa rumah yang beratap. Di belakang pos ini, dulunya ada toilet umum. Tapi sekarang sudah tak berfungsi lagi.

Kalau naik bus dari Padang ambil jurusan Bukittinggi, turun di Pasar Koto Baru. Tarifnya sekitar Rp20.000 per orang, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Kalau dari Bukittinggi ambil jurusan ke Padang Panjang turun di Pasar Koto baru.

Tapi kalau Anda menyenangi suasana yang lebih sunyi karena jarang dilalui pendaki dan pemandangannya masih begitu alami, pilih saja jalur dari Salimparik, Sungai Tanang. Jalurnya, lebih nyaman dan lebih landai namun memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dari Pande Sikek, Koto Baru.

Jalur ini dapat dijangkau dari simpang Padang Luar (Pasar Padang Luar), naik angkutan pedesaan. Tarifnya sekitar Rp2.000 per orang menuju ke Dusun Salimparik. Turun di batas akhir jalan, dimana mobil akan berputar lagi ke bawah.

Keindahan Telaga Dewi boleh dibilang mengalahkan ketenaran Pilar atau puncaknya Singgalang yang hanya terpancang tower pemancar dan bangunan pondasinya yang kini jadi korban vandalisme para pendaki tak bertanggung jawab. Pemandangannya jadi makin kurang sedap dipandang mata.

Nasibnya serupa dengan Gunung Salak yang puncaknya juga kurang diminati karena pemandangannya tertutup oleh pepohonan dan hanya ada sebuah makam keramat. Oleh karenanya kalah tenar dengan Kawah Ratu-nya yang berada di bawahnya, yang kerap dikunjungi pendaki dan pengunjung biasa untuk luluran dan mandi sauna alami.

Bedanya Telaga Dewi ke Pilar hanya sekitar kurang dari 1 jam melewati hutan lumut yang menawan. Sementara Kawah Ratu ke Puncak Salak, masih jauh perlu waktu sekitar 3-4 jam lagi dengan medan yang tak kalah sulit dan menantang.

Selamat mendaki Singgalang.

Naskah dan foto: Adji Kurniawan (adji_travelplus@yahoo.com)

0 komentar:

Film pilihan

Bermacam informasi tentang film, sinetron, sinopsis pilihan
Klik disini

Musik Pilihan

Bermacam informasi tentang musik, konser, album, lagu-lagu pribadi dan pilihan
Klik disini

Mencari Berita/Artikel

  © Blogger templates Psi by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP